Bonita Tour & Travel Solusi Pelayanan Hemat AndaJl. KH. Wahid Hasyim Kebon Kacang VII No. 2 +1 800 789 50 12

Bisnis Berawal dari Pakaian Dalam

Posted by: In: Liputan 22 May 2012 Comments: 0

Penulis :Arif Rizki

Pakaian dalam wanita dan pesawat terbang merupakan dua hal yang sama sekali tidak berhubungan. Tapi di tangan Jefri Van Novis (30), pakaian dalam merupakan langkah awalnya untuk sukses. Dari menjual pakaian dalam wanita tersebut ia merintis usaha tour and travel. Kini ia jadi jutawan di usia muda, bagaimana kisahnya?

Untuk sampai ke tahap kesuksesan saat ini, Jefri melalui proses yang panjang. Awalnya ia memulai usaha dengan bisnis pakaian dalam di pasar Aur Kuning, Bukittinggi. Tidak hanya di kios, ke mana-mana ia selalu membawa pakaian dalam tersebut untuk meningkatkan penjualan. Bisnisnya adalah jual beli produk pakaian dalam wanita bermerek Bonita. Bisnis ini ditekuninya sejak menjelang ia masuk perguruan tinggi.

Setelah menamatkan SMA, jefri yang termasuk murid terpandai di sekolahnya ini tak terlalu yakin bisa melanjutkan studi ke universitas. Ia tetap mengikuti SPMB dan mengincar salah satu jurusan di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Padang. Namun terbersit rasa khawatir bagaimana membayar biaya kuliah yang terbilang tinggi bagi keluarganya, serta biaya hidup selama berkuliah di Padang. Maka muncullah gagasan untuk berkuliah sambil manggaleh. Maka jadilah Jefri pedagang produk pakaian dalam wanita-merek Bonita, yang diproduk kakak sepupunya di Jakarta. Modalnya adalah tekad dan kepercayaan dari kakak sepupunya itu, karena Jefri tak memiliki modal sepeser pun. Ia mendapat kredit selama satu minggu. Jadi produk yang diambilnya baru dibayar seminggu kemudian.

Usahanya itu tidak mudah. Ia mendapat tertawaan bahkan cacian karena menjual pakaian dalam wanita. Hingga ketika tamat kuliah, pada tahun 2004, ia mulai memutar otak. Pada saat itu ia melihat masalah sulitnya mendapatkan tiket pesawat di Bukittinggi. Dengan modal yang tidak terlalu banyak, Jefri merintis usaha barunya dengan menjadi sub agent penjualan tiket pesawat. Setelah dipelajari bisnis itu punya prospek cukup bagus seiring meningkatnya pengguna pesawat. “Pertama-tama, saya menumpang dulu di kios pakaian dalam kakak. Bermodal komputer, telepon, internet dan mesin printer,” kata Jefri.

Setelah satu tahun menumpang, ia mencari toko sendiri, karena semakin hari pelanggannya semakin banyak. Itu akibat gencarnya promosi yang ia lakukan, mulai dari menyebar ribuan brosur di pasar Aur Kuning hingga menempel stiker di angkot. Nama Bonita, yang merupakan nama toko pakaian dalam wanita pun tetap dipakai, sehingga menjadi Bonita Tour and Travel. Hari demi hari, pelanggannya semakin banyak yang antri. Melihat kegigihannya, maskapai penerbangan seperti Sriwijaya Air, Lion Air hingga Garuda Indonesia akhirnya mempercayakannya sebagai agen utama, setahun setelah menjadi sub agen. “Sebagai agen resmi, kita bisa menikmati komisi penuh, serta mendapat sejumlah insentif lainnya,” Jefri.

Kini Bonita sudah menjadi perusahaan francaise yang punya 50 cabang di seluruh Indonesia. Tahun 2012 ini ia menargetkan penambahan 50 sub agen lagi.

Kesuksesannya itu membuatnya meraih penghargaan sebagai Wirausaha Mandiri 2008 dan ISMBEA Award 2010. Kamis (9/2), dia juga mendapat penghargaan dari PT Garuda Indonesia Cabang Padang sebagai salah satu agen yang berhasil memiliki penjualan tertinggi. “Semua bermula dari niat baik dan kerja keras. Saya tidak takut gagal, itulah mentalitas yang saya terapkan ke diri saya,” kata Jefri berbagi rahasia suksesnya. Sebagai pengusaha yang memulai dari nol, mentalitas tersebut sangat dia rasakan keampuhannya.

Kini, rekan-rekan yang sempat mengolok-oloknya dulu, berbalik menjadi salut kepadanya. Sejak dulu, dia mengaku tidak pernah mempedulikan apapun kata orang, asalkan usaha itu halal. Kini, ia pun menjajal pemikiran yang lebih gila lagi. “Saya sedang mempelajari bagaimana caranya memiliki maskapai penerbangan. Saya bermimpi suatu saat ada Bonita Air,” katanya. Saat bertemu pengusaha sukses Rhenald Kasali beberapa waktu lalu, ia sempat mengutarakan niat tersebut. Dengan selengean, Rhenald pun mengusulkan logo Bonita Air menyerupai pakaian dalam wanita. “Saya sangat bermimpi bisa memiliki maskapai sendiri. Perihal logo itu, masih saya pikirkan,” ujar Jefri tertawa.

Dimuat pada Harian Umum Singgalang edisi 10 Februari 2012.

Leave a Comment!

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Related Posts