Langkah Mudah Bisnis Tiket Pesawat & Tour Travel Hubungi Kami +62812 8032 3307

Kisah Finalis Wirausaha Muda Mandiri dari Ranah Minang (1); Sulap Pakaian Dalam jadi Bisnis Agensi Penerbangan

Posted by: In: Berita 22 May 2012 Comments: 0

Penulis :Heri Faisal

Di usia muda, Jefri Van Novis telah menjadi big boss. Eit…, tapi jangan salah. Jalan menapaki tangga sukses, penuh kerikil-kerikil kehidupan. Kerja keras dan kreativitas itu pula, pria berusia 30 tahun itu, terpilih sebagai finalis Wirausaha Muda Mandiri tingkat nasional pada 2008 lalu. Dari dagang celana dalam, kini menjelma sebagai pengusaha muda agen and travel sukses. Bagaimana ceritanya?

Tak pernah terbayang di benak pria sederhana asal Bukittinggi ini, menekuni bisnis agent and travel. Apalagi sampai mempunyai perusahaan dengan puluhan cabang di seantero Nusantara. Berkat kegigihan dan semangat pantang menyerah, dalam waktu singkat, Jefri berhasil mengembangkan usaha melebihi perkiraannya.

“Saat ini sudah ada cabang mitra sebanyak 50 buah. Yang tersebar di Medan, Padang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, juga Makassar,” katanya kepada Padang Ekspres di Mercure Hotel, kemarin (9/2). Jefri pun antusias menceritakan usaha yang ditekuninya secara kebetulan pada 2006 lalu itu.

Jefri mengawali bisnis menjajakan pakaian dalam sejak kuliah di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand). Dalam hitungan jari, Jefri mampu “mengoleksi” 50 perusahaan travel di seantero negeri di bawah bendera PT Bonita.

Jiwa saudagar turun dari ayahnya yang seorang pedagang di Pasar Aurkuning, Bukittinggi. Jefri kecil sudah akrab dengan dunia pasar. Orangtuanya hanyalah pedagang pakaian. Dari sinilah naluri bisnis Jefri diasah. Masa remajanya dihabiskan di pasar membantu orangtua berdagang.

Usai menamatkan SMA di Bukittinggi, dia mulai membangun impian membangun usaha sendiri. Tetapi, Jefri sadar betul untuk mewujudkan impian itu bukanlah pekerjaan gampang, seiiring ketatnya persaingan dunia usaha. Itulah sebabnya, Jefri tak langsung membangun usaha usai SMA. Ia memutuskan melanjutkan pendidikan ke Jurusan Manajemen Ekonomi Unand terlebih dahulu.

Namun, tekanan ekonomi keluarga memaksanya harus bekerja sambil kuliah. Jefri pun membulatkan tekadnya berjualan. Jadilah sambil kuliah, dia menjajakan pakaian dalam merek Bonita (wanita jelita, dalam bahasa Spanyol, red) yang diproduksi kakaknya untuk membiayai kuliah dan menyambung hidup.

“Bisnis pakaian dalam ini membawa hoki buat saya. Bonita menjadi brand yang tidak bisa saya lupakan,” kata Jefri mengenang masa-masa menjajakan pakaian dalam ke teman-teman cewek di kampus. Usai menamatkan kuliah tahun 2004, Jefri pulang kampung menggeluti usaha keluarga di Pasar Aurkuning bersama sang kakak. Tahun 2006, secara kebetulan Jefri melihat peluang bisnis lain.

Waktu itu, imbuhnya, banyak pedagang di Pasar Aurkuning yang mengambil barang dagangan ke Jakarta. Tetapi, mereka selalu kesulitan mendapatkan tiket pesawat karena harus hunting ke pusat kota. “Saya melihat itu peluang. Makanya, saya beranikan lepas usaha dagangan itu,” katanya.

Sejak itu, Jefri memulai usaha baru menjual tiket pesawat dengan menjadi sub agen PT Kristal Tour dengan modal seadanya. Melihat bisnis tersebut menjanjikan, setahun kemudian atas bantuan modal sang kakak, Jefri membuka perusahaan tour sendiri bernama Bonita Tour.

“Saya jajakan sendiri tiket pesawatnya kepada pedagang di pasar. Saya beri jaminan kalau tidak berangkat, uangnya saya kembalikan,” kata ayah satu anak itu. Gayung bersambut. Jasa penyediaan tiket itu mendapat sambutan positif dari para pedagang pasar. Para saudagar Aurkuing merasa sangat terbantu dengan pelayanan Jefri. Tak heran, Jefri langsung menguasai penjualan tiket di sepanjang Pasar Aurkuning.

Meski awam di bidang ticketing, dengan modal nekat dan semangat belajar, perlahan usahanya terus merangkak naik. “Banyak pengalaman yang saya dapat. Paling sering itu, komplain pelanggan. Mau tidak mau kita harus memperbaiki diri. Karena yang paling utama dari bisnis jasa itu, pelayanan prima,” katanya. Karena bisnisnya yang terus tumbuh, Jefri membuka cabang utama di Pasar Tanah Abang, Jakarta.

Dia sengaja mengambil pangsa pasar di kawasan pasar, karena potensinya cukup besar. Pedagang-pedagang itu, katanya, membutuhkan transportasi pesawat untuk belanja dan bepergian. “Daripada mereka harus jauh-jauh keluar mencari tiket, kita yang datangi. Artinya, kita menjemput pelanggan,” ujarnya.

Melalui bisnis itu, pada 2008 lalu, ia terpilih menjadi finalis Wirausaha Muda Mandiri (Bank Mandiri). Lalu, menerima penghargaan dari Dinas Pendidikan Malaysia pada 2010 dan menerima penghargaan Indonesia Small and Medium Business Entrepreneur Award (ISMBEA) 2010 oleh majalah Wirausaha & Keuangan.

Konsep pengembangan bisnisnya dengan sistem kemitraan (franchise) sendiri mulai digagasnya sejak 2009 lalu. Hasilnya sampai awal 2012 ini, Bonita Tour sudah memiliki 50 cabang di seantero Indonesia. Dia menargetkan tahun ini kembali menambah mitra 50 cabang.

Salah satu pengelola franchise Bonita Tour di Medan, Fauzi Firdaus menyebut dalam sebulan mampu menjual 400 lembar tiket. Selain itu, cabang baru dibina perusahaan induk. “Jadi, untuk sistem kemitraan ini dibagi dalam tiga paket. Pertama mobile agent nilai investasinya cukup Rp 2,5 juta, sub agen I senilai Rp 45 juta, dan sub agen 2 bernilai Rp 70 juta,” katanya.

Meski menjadi sub agen di perusahaannya, komisi tiket secara penuh menjadi milik mitra usaha. “Saya targetkan perusahaan ini nanti menjadi perusahaan maskapai penerbangan. Itu cita-cita saya, mendirikan Bonita Air,” imbuhnya.

Dimuat pada Harian Padang Ekspres edisi 10 Februari 2012

Leave a Comment!

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Related Posts